(Sudahkah) Merdeka??

August 16th, 2007 by dienim

 

Merah_putih_1

Gegap gempita membahana,

sorak-sorak bersahutan

Sambut momentum Proklamasi

62 tahun sudah,

Bangsa ini merdeka

Proclamatietekst_engelfrietnet

Sekian lama bangsa bergelut

dalam kata merdeka

sekian lama bangsa ini mereguk

Rasa bebas dari kolonial

Tiada lagi istilah kompeni,

Terlupa sudah cucuran keringat mereka,

Pahlawan ketika korbankan harta, tenaga,

bahkan nyawa pun dipertaruhkan

 

Dentuman bom atau peluru,

Dalam suasana mencekam perang,

layaknya zaman dulu,

memang tak terdengar.

 

Namun, kita masih mudah mendengar

Berjatuhan korban ledakan bom,

Berelimang korban salah tembak,

Peluru nyasar

 

KEMERDEKAAN BELUM TERCAPAI!!!

Masih jauh arah mencapai kemerdekaan,

Layaknya merdeka hakiki

Kompeni, kolonial, penjajah,

dan banyak istilah lain,

– Yang kita dengar dari para pejuang

dalam sejarah –

memang sudah tiada

 

Tapi penjajahan belum berakhir

Penjajahan tidak lagi sebatas peperangan fisik

Penjajahan tidak melulu pertumpahan darah,

Bergelimang korban,

Penjajahan tidak harus agresi militer!!!

 

Penjajahan berbeda menurut masa

Penjajahan bisa berganti muka,

Tutupi laknat dan serakahnya insan

Penjajahan bisa bergerak lembut,

melalui televisi, mode, pengetahuan.

Penjahahan (malah) terbalut intelektualitas

Tiada kata tuk ujudkan perlawanan

Revolusi sampai Mati!!!

 

 

(Renungan diri di pagi menjelang Detik-Detik Proklamasi)

170707

Lama menunggumu

July 31st, 2007 by dienim

Terlalu lama

kau tinggalkan aku

habis waktu ku menunggu

Hingga ku terbiasa hidup

sendiri

tanpa kau disini

Apapun alasan yg ku terima

Menjadi orang setia

hingga terbiasa hidup sendiri

Tanpa kau temani

Apakah saat ini

masih mengharap kau kembali?

Biarkan mulai kini buang janjimu

dan kau bebas pergi

Setidaknya aku sepenuh hati,

walaupun kau tak juga membalasnya

Dan kau kehilangan orang sepertiku

Apakah kau tahu ?

Sudahlah

Memang harus ku berharap,

Walaupun enggan kau sia-siakan

Ku masih menunggumu

Ruang getir,

010807

Meratap dalam Sunyi

May 31st, 2007 by dienim

Arkheetears Bayang melayang,
lamunan melintas
Ingatkan dia terisak,
sebulan lalu

Dalam hening,
dalam diam
tiada titikkan air mata
tapi ku sadar,
dia menangis

Hari berganti bulan berlalu
hari ini ada senyum hiasi mulut mungilnya,
tapi tak bisa hilangkan,
gurat sedih dan
luka di sorot matanya
dalam senyum ia merenung,
dalam canda ia terluka
mata menyorot tajam,
terawangi tanpa batas,
bak telanjangi
seisi bumi

Tapi, ia sudah bisa tertawa
tawa getir,
kamuflase diri

Mungkinkah ini pertanda,
kepasrahan telusuki dirinya,
tiada daya untuknya
pasrah, terima keadaan
hanya diam,
dalam rindu menghujam,
sunyi tetap selimuti

Akankah ini firasat,
pasrah diri,
menanti hal tak pasti,
namun, diam, karena ingin diri
miliki cinta pasti

ruang gelap, 010507
08.30

Apa sih puisi?

May 31st, 2007 by dienim

Banyak arti, banyak definisi, banyak cara, banyak pula aturan. Memang itulah yang tersadar saat mendengar kata puisi.
Tapi ku coba tidak seperti itu, smua yang ada rasanya hanya jadi pagar, pembatas untuk aktualisasikan diri. Saat ku ingin menulis, ya tulislah. Entahlah apa harus dibilang apa nama guratan tinta ini. Memang tak baik untuk puisi, bukan pula untuk sajak. Ini hanyalah curahan isi kepala, yang berseliweran di kala jengah, lelah, senang, menghadang.

Ya, memang bukan juga yang pertama, mendobrak pemtas. Banyak pula istilah bagi mereka yang tak mendasarkan diri pada aturan. "Mbeling", "Nyeleneh", "Nyeni", ahhh……….. banyak juga istilahnya.

Intinya, "Aku mau, Aku tahu, Aku lakukan".

Menghilang

May 31st, 2007 by dienim

Lama tak menjamah dunia maya, waktu tersedot dalam aktivitas keduniawian. Baca, Tulis, jalan. Keinginan tuangkan catatan maya pun tergerus limpahan kerja dan acara. Kangen… dunia maya lama tak ku sapa? Walau sesaat bisa menengok, ingin curahkan kepenatan juga………

Mengenangmu

May 31st, 2007 by dienim

Sunyi,
kerap melanda,
penuhi denyut nadi,
dan gontai langkah

Erangan dan rintihan hati,
penuhi hari dan hati,
tiada daya bisa ku lakukan
tanpa upaya raih adamu
hanya bisa memanggil
dalam mimpiku

Jarak terpisah,
susah melangkah,
ingin rasaku dekat denganmu
saat dekatku,
tak hiraukan adamu,
tatkala lihat pun tiada ingin sapamu

Tapi, akankah kau peduli akan adaku?

IBU

January 1st, 2007 by dienim

-Secuil kata di hari besarmu-

            

Satu kata terindah dalam hidup,

Menyebutnya sejukkan jiwa di kala gerah,

Mengingatnya hangatkan hati di saat dingin

“Ibu”

menyebutmu embuskan wangi surgawi,

Jiwamu pancarkan kedalaman

cinta dan sayang,

terbungkus dalam lembut sikap

dan syahdu suaramu

Sosokmu, begitu berarti

bantu aku di kala susah

temani aku di saat sedih

dukung aku ketika lemah

“Ibu”….

Air matamu ujudkan sayang

Keringatmu gambarkan cinta

Kasih dan sayangmu umbar kecintaan

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.

Penuh cinta dan kedamaian.

Tiada batas sayang dan cintamu.

Kamarku

22 Desember 2006

BERDUA LEBIH BAIK

December 12th, 2006 by dienim

Menatap padang meluas,

berdiri seorang,

tiada sesiapa temani

Susuri jalan panjang,

hingga temui lembah curam

Tetap sendiri

Susah payah

lewatinya

Hingga raga

bermandi peluh

Inginku,

Dalam susah, dalam senang

bisa lalui bersama

Sosok yang bisa beri makna

bersama nikmati masa suka,

dukung aku di saat duka

Tahukah kau?

Tuhan telah ciptakan semua dengan pasangannya

ingatkah kau?

Lelah rasanya jalani semua sendiri

Ingin aku lewati lembah hidup

yang tampak indah

Berdua denganmu,

pasti lebih baik

Aku yakin itu

karena sendiri hati

bagai langit berselimut kabut

Kasihku,

Inginku kau ada disini,

temaniku arungi hidup.

Adamu kuyakin kan kuatkan jiwaku.

Berdua denganmu pasti kan lebih baik,

Kau laksana air di padang pasir,

bagiku.

Perempuanku

Biarkan aku disini untukmu,

Ku hanya ingin hibur kau malam ini

Malam yang pasti menyenangkan

untukmu dan untuk diriku

Namun,

Ku jua sadar

Tak mudah gapai asaku

Bersama denganmu

Semua tetap harus ku jalani

dalam kesendirian

Lihat kawan disana

Berarak mengikutiku pasti dia pun tahu

Namun harus kujalani

Berdua denganmu, pasti lebih baik

Aku yakin itu

Bila sendiri hati bagai langit berselimut kabut

Di malam kelamku

131206

AKU dan KELUHKU

December 12th, 2006 by dienim

Sungguh aku merasa tidak pantas

bersatu dgn umat-Mu yg beriman

dan mengisi surgamu

Namun, aku pun sadar

takkan mampu mengisi neraka-Mu

bersama umat yang ingkar pada-MU.

Ya Rahiim…

Andai Kau campakkan diriku

dalam jurang kesengsaraan

karena cela dan dosa yang telah kulakukan

Tak tahu lagi apa yang akan

terjadi dan menimpaku,

Tiada ruang tempat berlindung

Tiada tempat untuk mencurahkan kepedihan

dan kesakitan

Tiada sosok yang dapat panjatkan harap

dan asaku hindari segala siksa-Mu

Ya Illahi…

Yakinkanku kebesaran-Mu

datang padaku,

terima kesadaran dan keinsyafanku

Ku sadar, tindak dan lakuku jauh dari kebenaran

Ku yakin, ajaran Rasul-Mu

tak mewujud dalam ucap dan langkahku

Sadar dan insyafku,

tak bisa ku pelihara slalu

Budi baikku tak selamanya

sesuai jalan-Mu

Namun Ya Rabbi…

Izinkanlah aku rasakan

nikmat dan karunia-Mu

Di dunia hingga alam nanti

Perenunganku

121206

KALUT MENGHUJAM

December 11th, 2006 by dienim

Melangkah, direlung

kelam

Susuri tapak

dalam kotak hitam

gelap,

Mata tak kuasa jauh

menatap

Tak luas melirik, tiada

daya melihat

Hanya merasa

pekat…………….

Inginku mampu

melihat

alam raya

Mauku rengkuh

kepuasan, nikmati keesaanNya

Apa dayaku hadapi

tantangan

Apa kuasaku

halau rintangan

Hanya harap tersebul di dada

Segenggam asa,

terselip di antara kalut

Tiada sempat terungkapkan

Tak ada masa ternyatakan

Resah…

Gelisah…

Hilang daya, lenyap kuasa

Smua terpinggirkan

dalam pesona kuasa

serakahnya wewenang

ruang sunyi

121206